Thursday, August 28, 2008

Dhani: Maia takut harta pindah tangan

Ahmad DhaniAhmad Dhani menanggapi sita marital yang diajukan Maia Estianty dan dikabulkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan sebelah mata. Perlawanan Dhani seperti tidak bisa mencari jalan keluar yang sehat atau intelek seperti memasang papan yang bertuliskan

"RUMAH INI MILIK ABDUL QODIR JAELANI TAK ADA SATU IBLIS PUN BOLEH MERAMPAS!"

Selain itu Dhani juga menanggapinya dengan berkomentar.

"Takut harta ini dikasih ke wanita yang lebih muda dan cantik dari dia," tanggapan Dhani mengenai kekhawatiran Maia.

Ahmad Dhani yang lihai menciptakan lagu dan lihai menciptakan artis ini ternyata tak lihai bermain hukum dengan istrinya.

Kelihaian Dhani justru akan melaporkan lembaga seperti Pengadilan Agama Jakarta Selatan ke Mahkamah Agung karena mengabulkan Sita Marital yang diajukan Maia Estianty.

Kalo tidak terima dengan keputusan Pengadilan biasanya naik banding, ini kok lembaganya dilaporkan yaaa...

Thursday, August 7, 2008

Nuri Shaden di gugat sopir ambulance

Nuri ShadenKasus tabrakan ambulance dan mobil Jazz yang dikendarai Nuri Shaden dan menelan korban meninggal satu orang 2 juni lalu kini muncul kembali, karena sopir ambulance melaporkan Nuri Shaden atas pernyataan yang memojokkan Yanuar sopir ambulance.

Menurut kuasa hukum Yanuar, Nuri Shaden telah membuat pernyataan yang tidak sesuai dengan kejadi yang sebenarnya.

"Disebutkan kalau yang menabrak adalah mobil ambulance. Kecepatan mobil yang ditumpangi Nuri hanya 30 Km/jam dan Nuri tidak mendengar bunyi sirine, padahal semua pernyataan Nuri tidak didasarkan kepada fakta," kata Taufik Basari kuasa hukum Yanuar di Polres Jakarta Selatan(7/8/2008).

Taufik Basari juga kurang menyukai sikap Nuri yang menyepelekan kejadian tersebut padahal ada seorang yang meninggal atas kejadian tersebut.

Laporan itu sudah masuk di Polres Jakarta Selatan dengan nomer laporan 1286/K/VIII/2008/Res.Jaksel.

Pihak Yanuar sudah memberikan somasi baik secara lesan maupun tulisan kepada Nuri. Semua somasi itu belum mendapat tanggapan dari Nuri.

"Kami sudah memberikan somasi lisan tanggal 12 Juni. Kemudian somasi tertulis pertama tanggal 23 Juni, kedua tanggal 15 Juli. Tapi semua itu belum mendapatkan respon dari pihak Nuri 'Shaden'," jelas Taufik.